Punya rencana dari dulu bikin kartun tapi dilukis gede di dinding, akhirnya baru kesampean kemaren-kemaren. Kritik terhadap isu yang lagi panas-panasnya saat ini.


Punya rencana dari dulu bikin kartun tapi dilukis gede di dinding, akhirnya baru kesampean kemaren-kemaren. Kritik terhadap isu yang lagi panas-panasnya saat ini.






Habis pulang dari Jogja langsung semangat ngelukis

Dulu waktu pertama kali pegang komputer, aku kira fungsinya cuma buat ngetik. Kenal sama yang namanya ‘Photoshop’ itu waktu awal-awal masuk kuliah, wah..ini keren, aku bilang. Ternyata komputer juga bisa jadi media untuk berkarya.
Belajar dari temen-temen yang udah jago, dan dapet referensi karya yang di hasilkan oleh ’software’ ini dari internet bikin banyak ilmu yang bisa aku dapat.
Awalnya aku iseng-iseng buat desain, sablonan baju, stiker, dll. Kesini-sini, mulai iseng-iseng buat karya lukis ekspresif. Coba-coba main ‘brush stroke’ dengan teknik manual terus di eksplorasi dengan ‘filter’ atau efek-efek instan yang tersedia, wah, seru!!
Dapet ilmu lagi tentang ‘colouring’, gambar manual di scan, lalu di warnain di komputer. Wah lebih seru lagi!!!
Namun, karena aku yang seringnya latihan gambar manual pake pensil, atau lukis pake kuas, sangat sulit untuk mengakali cara menggunakan ‘mouse’. Walaupun ada ‘tools’ yang tersedia untuk membuat garis,atau penguasan, namun karakter yang di dapat tetap tidak memuaskan.
Dan solusinya ditemukan beberapa waktu yang lalu, ketika aku dipanas-panasi oleh teman satu kontrakan yang punya barang baru yang amat sangaaaaaaat keren!!! Namanya ‘Tablet PC’. ‘Laptop’ dengan kelengkapan ‘touch screen’ dan ‘mouse pen’. Bisa gambar langsung di layar komputer!!!! Wah ini benar-benar sangat aku dambakan!!
Semangat cari kerja sampingan untuk beli, akhirnya nafsu terpuaskan. Sekarang aku bisa bereksplorasi lebih leluasa dengan ’senjata baru’ ini. Yuhuu!! Semangaaaat!!!!


KRL ( Komik Rada Lucu )
Denger cerita lucu di Galeri Nasional, ada seorang pengunjung pameran Biennale Jakarta 2009 kemarin, yang katanya bukan orang Indonesia dan ga ngerti bahasa Indonesia juga, dia ketawa-tawa pas lihat karya dari Serrum KRL, padahal teks komik dan isi cerita ini Indonesia banget…
“wah, berarti kita lebih dari berhasil mas Atto” , aku bilang saat mendengar cerita itu. Impact yang di timbulkan dari kampanye sosial berbentuk sindiran ini awalnya aku harap akan sekedar mengenai target saja, yakni orang-orang yang duduk di atas kereta, ga berharap ada yang tertawa selain mereka ( maksimal senyumlah…hehe) makanya komik ini bernama ‘Komik “Rada” Lucu’, ya ngga pengen yang lucu-lucu banget.
Hal tersebut memacu semangat untuk membuat lagi sequelnya. Ada ide yang terinspirasi dari kejadian-kejadian pas waktu di sekolah dulu, dimana guru-gurunya ringan tangan, dan enteng lidah. Maka terciptalah KRL#2 ‘guru berdiri murid berlari’
Dan ketika lihat teman satu SMA aku yang ngakak ga berhenti-berhanti katika melihat itu komik, tambah semangat lagi. Maka ditargetkanlah dalamsatu bulan KRL punya satu tema untuk di angkat jadi beberapa cerita.
Awalnya dari gambar muka, drawing arsir pelan-pelan terus nyoba nyari cara cepetnya, belajar outlining, jadinya malah karikatur, lama-lama jadi kebiasaan dan terbawalah tanganku di eksplorasi distorsi karikatural.
Punya murid yang pengen di ajarin kartun, padahal ilmuku pas-pasan, nyoba-nyoba cari referensi dan belajar lagi, iya dong, masa di depan murid ga ngerti materi.. bikin modul yang isinya belum tentu bener..dan mungkin salah semua, eh sekarang malah keterusan…
Beruntung, ya sangat beruntung sekali diriku di ajak temen-temen Serrum untuk ikut gabung, yang memberikan aku kesempatan untuk terus menggali dan bereksplorasi lebih giat dalam menekuni bidangku,
Februari kemarin aku jadi ‘tukang gambar’ untuk kegiatan Serrum di workshop site spesific di Ruang Rupa, yang berujung pada pameran di Jakarta Biennale 2009. Di situlah awalnya KRL (komik rada lucu) lahir.
Aku dan mas Atto ( ilustrator pada KRL edisi perdana) punya ide awal untuk menyentil ( atau bolehlah di bilang nakut-nakutin) para penumpang yang pada duduk di atas kereta dengan cerita komik yang sadis sekaligus lucu… jadi kalo orang baca tuh bisa ketawa-tawa sambil nangis.
Kita berdua mulai bekerja dari cari ide berdasarkan referensi cerita tentang kereta, sharing sama temen-temen yang lain, kuatin konsep, nyari karakter, eksplorasi visual, rancang format produksi, ngopi, ngerokok, ngobrol ngalor ngidul sambil gambar sekaligus dengerin lagunya Kaleidoskopio ( sampe hapal liriknya nih…padahal ga ngerti artinya), dan jelegerrrr!!!! Jadilah komik empat panel yang sarkas itu.
Karya-karya di bawah ini merupakan eksplorasi iseng-iseng-an-ku, ada beberapa karya yang di ikut sertakan di kontes kartun internasional VIA website dan di pamerin secara virtual di Iran Cartoon. Wah saingannya mengerikan sekali…ide dan visualnya sangat menakjubkan. Salut buat kartunis dunia! Khususnya yang dari Indonesia!!!








1077 gambar karikatur dalam kurang dari 12 jam friend
Inilah aksi ke-20 temen2 dari tim kuru-kara karikatur,yang 27 Okt 2009 kemarin bikin ribut2 di pendopo seni rupa UNJ, dari pagi pukul 8.30 mereka menggambar wajah orang2 yang tertarik karikatur tanpa pungutan biaya,dan jumlah gambar yang tercapai hingga pukul 19.00 sudah melebihi angka 1000. Ane juge ikutan nih..pegel bener seharian gambar.Mudah2an tahun depan bisa diadain lagi dan bisa lebih besar dari event sekarang.