06
Jun
09

cover copyKRL ( Komik Rada Lucu )

Denger cerita lucu di Galeri Nasional, ada seorang pengunjung pameran Biennale Jakarta 2009 kemarin, yang katanya bukan orang Indonesia dan ga ngerti bahasa Indonesia juga, dia ketawa-tawa pas lihat karya dari Serrum KRL, padahal teks komik dan isi cerita ini Indonesia banget…

“wah, berarti kita lebih dari berhasil mas Atto” , aku bilang saat mendengar cerita itu. Impact yang di timbulkan dari kampanye sosial berbentuk sindiran ini awalnya aku harap akan sekedar mengenai target saja, yakni orang-orang yang duduk di atas kereta, ga berharap ada yang tertawa selain mereka ( maksimal senyumlah…hehe) makanya komik ini bernama ‘Komik “Rada” Lucu’, ya ngga pengen yang lucu-lucu banget.

Hal tersebut memacu semangat untuk membuat lagi sequelnya. Ada ide yang terinspirasi dari kejadian-kejadian pas waktu di sekolah dulu, dimana guru-gurunya ringan tangan, dan enteng lidah. Maka terciptalah KRL#2 ‘guru berdiri murid berlari’

Dan ketika lihat teman satu SMA aku yang ngakak ga berhenti-berhanti katika melihat itu komik, tambah semangat lagi. Maka ditargetkanlah dalamsatu bulan KRL punya satu tema untuk di angkat jadi beberapa cerita.

17
May
09

Terus berkarya!

Awalnya dari gambar muka, drawing arsir pelan-pelan terus nyoba nyari cara cepetnya, belajar outlining, jadinya malah karikatur, lama-lama jadi kebiasaan dan terbawalah tanganku di eksplorasi distorsi karikatural.

Punya murid yang pengen di ajarin kartun, padahal ilmuku pas-pasan, nyoba-nyoba cari referensi dan belajar lagi, iya dong, masa di depan murid ga ngerti materi.. bikin modul yang isinya belum tentu bener..dan mungkin salah semua, eh sekarang malah keterusan…

Beruntung, ya sangat beruntung sekali diriku di ajak temen-temen Serrum untuk ikut gabung, yang memberikan aku kesempatan untuk terus menggali dan bereksplorasi lebih giat dalam menekuni bidangku,

Februari kemarin aku jadi ‘tukang gambar’ untuk kegiatan Serrum di workshop site spesific di Ruang Rupa, yang berujung pada pameran di Jakarta Biennale 2009. Di situlah awalnya KRL (komik rada lucu) lahir.

Aku dan mas Atto ( ilustrator pada KRL edisi perdana) punya ide awal untuk menyentil ( atau bolehlah di bilang nakut-nakutin) para penumpang yang pada duduk di atas kereta dengan cerita komik yang sadis sekaligus lucu… jadi kalo orang baca tuh bisa ketawa-tawa sambil nangis.

Kita berdua mulai bekerja dari cari ide berdasarkan referensi cerita tentang kereta, sharing sama temen-temen yang lain, kuatin konsep, nyari karakter, eksplorasi visual, rancang format produksi, ngopi, ngerokok, ngobrol ngalor ngidul sambil gambar sekaligus dengerin lagunya Kaleidoskopio ( sampe hapal liriknya nih…padahal ga ngerti artinya), dan jelegerrrr!!!! Jadilah komik empat panel yang sarkas itu.

Karya-karya di bawah ini merupakan eksplorasi iseng-iseng-an-ku, ada beberapa karya yang di ikut sertakan di kontes kartun internasional VIA website dan di pamerin secara virtual di Iran Cartoon. Wah saingannya mengerikan sekali…ide dan visualnya sangat menakjubkan. Salut buat kartunis dunia! Khususnya yang dari Indonesia!!!

Laught please

Dreaming driver

Ucok Baba

Tukul colour

Didi Petet

crisye copy

03
May
09

1077 gambar karikatur dalam kurang dari 12 jam friend


Inilah aksi ke-20 temen2 dari tim kuru-kara karikatur,yang 27 Okt 2009 kemarin bikin ribut2 di pendopo seni rupa UNJ, dari pagi pukul 8.30 mereka menggambar wajah orang2 yang tertarik karikatur tanpa pungutan biaya,dan jumlah gambar yang tercapai hingga pukul 19.00 sudah melebihi angka 1000. Ane juge ikutan nih..pegel bener seharian gambar.Mudah2an tahun depan bisa diadain lagi dan bisa lebih besar dari event sekarang.

04
Oct
08

Bimantara Artroom

Hello

Welcome

Enjoy

SENI ITU APAPUN

Apa sih ‘Seni’ itu ?

Seperti apa sih bentuknya ?

Kenapa sih kita menyukainya ?

Dan apa gunanya ?

…..ga ada habisnya kalo di bahas disini. Seenggaknya kita tahu bahwa seni itu identik dengan kepuasan. Kebutuhan psikologis yang tak terdefinisi yang pada akhirnya bermuara pada kepuasan batin yang tak ter-kata-kan.

Its every time and anywhere….anything

Jangan di pikirin…cuma prolog. Anyway, if you wanna see my works, just clik at Gallery and  please post your comment.

Save Our Herritage

Save Our Honour


Anjungan Jawa Tengah,Taman Mini Indonesia Indah 22-24 Juli 2008

Juli kemarin teman-teman dari mahasiswa Seni Rupa UNJ angkatan 2006, mencoba buat menembuskan nama UNJ ke luar kandang.Tepatnya di anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah, diadakan sebuah pameran seni rupa yang bertajuk Save Our Identity, sekalian meramaikan Hari Anak Nasional yang di adakan di Taman Mini pada tanggal 23 Juli 2008. Save Our Identity ini merupakan pameran bersama angkatan 2006, yang berisi beberapa acara lain seperti performance art, pertunjukan tari daerah, lomba gambar, dan band performance.

Pameran ini menampilkan karya-karya yang cenderung bertemakan identitas.Baik itu yang merepresentasikan identitas individu personal maupun individu yang berkewarganegaraan Indonesia yang dalam konteks ini berkaitan dengan budaya. Pada awalnya judul ’save our identity’ ini merupakan sebuah protes terhadap fenomena yang terjadi saat ini di negara Indonesia , dimana isu-isu tentang peng-atas nama-an beberapa hak milik negara oleh negara lain sedang dalam masa panas-panasnya, yang salah satunya merupakan icon budaya Indonesia. Dalam perkembangannya, judul tersebut diproses meluas dan mendalam oleh beberapa kepala dan terefleksikan menjadi beberapa karya yang tertampilkan dengan bentuk dan karakter yang beragam. Walaupun pameran ini merupakan sebuah kegiatan pembelajaran, namun dengan totalitas yang dimiliki setiap penyelenggara yang sekaligus pengisi pameran, dan dukungan dari segala penjuru, pada akhirnya terwujudlah sebuah acara pameran yang maksimal.

Dua karya drawing inilah yang saya pamerkan di pameran Save Our Identity.Walaupun ga kelihatan jelas tapi yang penting ada saya-nya kan…hehehe..hidup narsis.

Kecenderungan untuk meniru alam adalah kiblat utama dalam cara berkarya saya saat ini. Yang memang dari banyak karya eksplorasi, selalu tidak jauh dari yang namanya realis.Dan memang gaya ini benar-benar penting untuk dipahami dan dicoba bagi pemula yang sedang dalam tahap pembelajaran. Karena realis adalah patokan dasar pengembangan gaya seni rupa. Tanpa memungkiri bahwa saya pun menyukai dan berminat untuk mencoba gaya lain, namun tahap pembelajaran tak akan pernah habis selama saya masih bisa berkarya. Save Our Identity : “Manusia mati meninggalkan karya”




Time to time

July 2009
M T W T F S S
« Jun    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Arsip

Kategori